Saturday, November 21, 2009

INJECTION GROUTING


Injection Grouting digunakan untuk perbaikan elemen atau bagian elemen yg retak. Bahan injeksi, misalnya epoxy resin yang bersifat encer dimasukkan pada celah/retak dengan cara dipompa (diberi tekanan). Sebelum dibuat lubang-lubang dengan jarak tertentu sebagai jalan masuk bahan injeksi pada bagian yang retak tersebut. Kemudian bagian-bagian yang retak lainnya diberi penutup (diplester) untuk menghindari bocor. Kemudian bahan injeksi dengan tekanan, masuk ke dalam celah/retak sampai terlihat pada lubang-lubang lain yang telah terisi atau mengalir keluar. Metode ini dapat digunakan untuk mengisi retak-retak kecil dan cukup dalam dimana tidak diinginkan adanya rongga-rongga dalam retak.























Persiapan lubang masuk dan keluar bahan injeksi
Cara 1, nipple dimasukan ke dalam lubang dengan jarak 10-15 cm di sepanjang retakan dan diberi perekat epoxy. buat celah berbentuk “V” dengan ukuran lebar minimum 20 mm di sepanjang retakan. Gunakan pengisap debu (vacum cleaner) untuk mencegah debu masuk ke dalam lubang dan celah retakan.
Cara 2, Bersikan permukaan disekitar celah retakan, lalu berikan lapisan sealant. Buat lubang dengan cara mengebor, lalu masukan nipple. Kemudian beri paking (gasket) untuk mengikat nipple dan mengisi celah disekitar lubang.

Langkah-langkah perbaikan. Bersikan beton disekitar penampang beton yg retak. Pasang nipple pada lubang retakan dengan jarak interval anatar 15-20 cm dan sambungkan dengan slang penghubung. Tutup komponen yang retak di antara nipple dengan bahan sealant atau yg ejenis. Suntikan cairan epoxy resin ke celah retakan dgn mengunakan alat compressor. Gunakan tekanan udara pada pada alat kompresor sebesar 4 bar.

Injeksi dapat dilkukan dengan pompa hidrolik, tabung cat tertekanan, atau pistol udara. Tekanan yang dipilih untuk injeksi harus dipilih secara hati-hati, penambahan tekanan hanya sedikit menambah tingkat kecepatan injeksi. Pada kenyataannya, menggunakan tekanan secara berlebihan akan dapat memperluas retakan, sehingga menambah kerusakan. Jika retakan ber-arah tegak atau miring, proses injeksi harus dimulai dengan memompa bahan injeksi ke dalam nipple paling rendah hingga mencapai nipple di atasnya. Lalu lubang nipple yang paling rendah tersebut ditutup, lalu proses diulangi hingga seluru retakan terisi


No comments:

Post a Comment

Sebarkan ke Facebook

Google Followers

Seputar Teknologi Konstruksi

TOP RANK

  • Inhibitor - *Inhibitor* merupakan zat yang menghambat atau menurunkan laju reaksi kimia. Sifat inhibitor berlawanan dengan katalis, yang mempercepat laju reaksi. *Inh...
    4 years ago